Philips i966: Ponsel Flagship Berlayar 2K, Kamera 20.7 MP, Snapdragon 801

Philips i966: Ponsel Flagship Berlayar 2K, Kamera 20.7 MP, Snapdragon 801

Philips i966: Ponsel Flagship Berlayar 2K, Kamera 20.7 MP, Snapdragon 801 – Kali ini Liputan Gadget akan mengulas artikel Gadget terbaru berjudul Philips i966: Ponsel Flagship Berlayar 2K, Kamera 20.7 MP, Snapdragon 801 yang dikutip dari Tabloid Pulsa.com. Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai artikel Philips i966: Ponsel Flagship Berlayar 2K, Kamera 20.7 MP, Snapdragon 801, anda bisa menyimak artikel kami tentang Philips i966: Ponsel Flagship Berlayar 2K, Kamera 20.7 MP, Snapdragon 801 dibawah ini.

Bekerja sama dengan Alibaba, Philips mengeluarkan smartphone baru berbasis YunOS.

Adalah Philips i966, smartphone flagship yang mengusung Alibaba YunOS 3.0 (berbasis Android). Smartphone ini, sebagaimana dilaporkan situs GizChina, hadir dengan mengusung layar 5.5 inchi beresolusi 2K serta ditenagai oleh prosesor Snapdragon 801 berkecepatan 2.5GHz.

Sisa spesifikasi lain dari smartphone ini juga mencakup memori internal 32GB dan memiliki baterai 3000 mAh. Sebagai smartphone flagship, Philips i966 dibekali kamera belakang 20.7 megapiksel dengan aperture F1.8, sementara untuk kamera depan memiliki resolusi 8 megapiksel.

Menurut kabar, Philips i966 akan mulai dijual pada bulan depan

Sekian Liputan Gadget terbaru dari kami mengenai Philips i966: Ponsel Flagship Berlayar 2K, Kamera 20.7 MP, Snapdragon 801. Harapan kami semoga artikel seputar Gadget yang berjudul Philips i966: Ponsel Flagship Berlayar 2K, Kamera 20.7 MP, Snapdragon 801 ini bisa bermanfaat untuk anda. Jangan lupa terus kunjungi Liputan Gadget untuk mendapatkan Liputan seputar Gadget setiap harinya.

Advertisements

Vserv: Selamat Tinggal Big Data, Selamat Datang Smart Data

Vserv: Selamat Tinggal Big Data, Selamat Datang Smart Data

Vserv: Selamat Tinggal Big Data, Selamat Datang Smart Data – Kali ini Liputan Gadget akan mengulas artikel Gadget terbaru berjudul Vserv: Selamat Tinggal Big Data, Selamat Datang Smart Data yang dikutip dari Tabloid Pulsa.com. Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai artikel Vserv: Selamat Tinggal Big Data, Selamat Datang Smart Data, anda bisa menyimak artikel kami tentang Vserv: Selamat Tinggal Big Data, Selamat Datang Smart Data dibawah ini.

Vserv, pemimpin pasar di platform marketing mobile, hari ini mengumumkan sebuah evolusi bisnis baru dan kemitraan yang menyertainya, yang semuanya dirancang untuk menuju revolusi Smart Data.

Dengan ini, Vserv muncul sebagai salah satu perusahaan terkemuka yang meningkatkan penggunaan profil pengguna dengan cara menghubungkannya dengan beragam sumber daya seperti perusahaan telekomunikasi, aplikasi, mitra offline dan platform manajemen data (DMP), untuk memperoleh smart data.

Melalui algoritma khusus yang dimilikinya dan lebih dari 500 juta profil unik pengguna, Vserv menciptakan persona pengguna yang dapat ditindaklanjuti (actionable) dan mengidentifikasi sinyal minat pengguna secara real-time. Dengan data yang mencakup lebih dari 50% pengguna internet mobile di pasar-pasar yang sedang bertumbuh, Vserv memberdayakan para pelaku pemasaran, pengembang aplikasi, perusahaan telekomunikasi dan penyedia data untuk memperoleh hasil yang lebih tajam. Dalam sebuah tes kampanye terintegrasi dengan Vserv Smart Data, sebuah perusahaan mobile top up terkemuka melaporkan peningkatan angka konversi hingga 5 kali lipat.

Vserv adalah satu-satunya perusahaan yang telah secara resmi menjalin kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi utama di pasar-pasar yang sedang bertumbuh, seperti Vodafone, Airtel, Aircel, Globe, Mobifone, dan Robi Axiata untuk mempercepat penawaran-penawaran terbaru ini. Kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi ini akan membantu merevolusi mobile marketing di pasar-pasar yang sedang bertumbuh.

“Perusahaan-perusahaan di masa depan akan beroperasi dengan berlandaskan premis sederhana dalam hal data – dan semakin cerdas data tersebut, semakin tajam hasilnya,” ujar Dippak Khurana, Co-Founder& CEO, Vserv.

“Dengan memanfaatkan Vserv Smart Data, para marketer telah menikmati pertumbuhan dalam tingkat konversi sebesar 5X. Kami memperkirakan peluang Smart Data yang melibatkan e-commerce, pembelian dalam app, operator mobile dan mobile advertising mencapai 260 milyar USD di industri saat ini, di pasar-pasar yang sedang bertumbuh saja. Vserv memiliki posisi yang unik yakni menjadi ujung tombak dalam revolusi ini dan tujuan kami adalah untuk mereaih 1,2 milyar pengguna unik pada tahun 2016,” lanjutnya.

Sistem iklan mobile yang ada saat ini menampilkan sebagian besar iklan yang tidak atau hampir tidak ada daya tariknya bagi pengguna. Dengan smart data, Vserv menggabungkan persona pengguna dengan sinyal minat pengguna secara real time untuk menampilkan iklan yang paling relevan kepada pengguna. Dengan Vserv Smart Data para pelaku pemasaran dapat memberikan hasil yang lebih baik, perusahaan telekomunikasi akan mengambil manfaat dari ARPU yang meningkat, dan pengembang aplikasi akan menyediakan iklan yang relevan. Di sisi lain, para mitra penyadia data akan menghasilkan lebih banyak pendapatan karena Vserv akan menghubungkan data berharganya dengan Vserv Smart Data untuk memanfaatkan peluang monetisasi data yang dapat terus ditingkatkan

Sekian Liputan Gadget terbaru dari kami mengenai Vserv: Selamat Tinggal Big Data, Selamat Datang Smart Data. Harapan kami semoga artikel seputar Gadget yang berjudul Vserv: Selamat Tinggal Big Data, Selamat Datang Smart Data ini bisa bermanfaat untuk anda. Jangan lupa terus kunjungi Liputan Gadget untuk mendapatkan Liputan seputar Gadget setiap harinya.

Google Luncurkan ‘SOY’, Ekstensi Domain Web Untuk Amerika Latin

Google Luncurkan ‘SOY’, Ekstensi Domain Web Untuk Amerika Latin

Google Luncurkan ‘SOY’, Ekstensi Domain Web Untuk Amerika Latin – Kali ini Liputan Gadget akan mengulas artikel Gadget terbaru berjudul Google Luncurkan ‘SOY’, Ekstensi Domain Web Untuk Amerika Latin yang dikutip dari Tabloid Pulsa.com. Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai artikel Google Luncurkan ‘SOY’, Ekstensi Domain Web Untuk Amerika Latin, anda bisa menyimak artikel kami tentang Google Luncurkan ‘SOY’, Ekstensi Domain Web Untuk Amerika Latin dibawah ini.

Google baru-baru ini mengumumkan ketersediaan. SOY, yang merupakan ekstensi domain web baru yang dikhususkan untuk pengguna yang berdomisisli di Amerika Latin.

Dilansir dari 9to5google, SOY dalam bahasa Spanyol berarti “Saya”. Langkah ini sejalan dengan strategi Google baru-baru ini yang fokus ke dalam domain web dan menunjukkan bahwa Google mengambil pendekatan pribadi dengan menargetkan kelompok, bahasa, dan budaya yang unik.

Baca juga:
Google Luncurkan Website Call Conversions
Google Voice Kini Hadirkan Fitur Menelepon dari Hangout di Web

Dengan diluncurkannya dimoan web baru ini, mungkin saja dalam waktu dekat Google akan menghadirkan domain web dalam budaya lainnya

Sekian Liputan Gadget terbaru dari kami mengenai Google Luncurkan ‘SOY’, Ekstensi Domain Web Untuk Amerika Latin. Harapan kami semoga artikel seputar Gadget yang berjudul Google Luncurkan ‘SOY’, Ekstensi Domain Web Untuk Amerika Latin ini bisa bermanfaat untuk anda. Jangan lupa terus kunjungi Liputan Gadget untuk mendapatkan Liputan seputar Gadget setiap harinya.

KakaoTalk Redam Kekhawatiran Penyadapan Korsel

KakaoTalk Redam Kekhawatiran Penyadapan Korsel

KakaoTalk Redam Kekhawatiran Penyadapan Korsel – Kali ini Liputan Gadget akan mengulas artikel Gadget terbaru berjudul KakaoTalk Redam Kekhawatiran Penyadapan Korsel yang dikutip dari Tabloid Pulsa.com. Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai artikel KakaoTalk Redam Kekhawatiran Penyadapan Korsel, anda bisa menyimak artikel kami tentang KakaoTalk Redam Kekhawatiran Penyadapan Korsel dibawah ini.

KakaoTalk kini tengah disibukkan “meredam” kekhawatiran seluruh penggunanya yang merasa khawatir akan hak privasinya, akibat isu pengawasan cyber (Cyber-Surveillance) yang dilakukan oleh Pemerintah dan pihak berwenang di Korea Selatan. Pengguna KakaoTalk curiga, bahwa Pemerintah diberikan akses untuk masuk ke percakapan online tiap pengguna KakaoTalk.

Dilansir dari gadgets.ndtv, Team Kejasaan di Korea Selatan pada bulan lalu meluncurkan tim investigasi cyber, setelah Park Geun-hye (President Korea Selatan) berbicara menentang rumor tentang aktivitas internet dan online yang dianggapnya telah”melampaui batas” dan memperdalam perpecahan dalam masyarakat.

Pada hari Kamis, Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Hong-won mencoba untuk meyakinkan masyarakat tentang privasi online, dan mengatakan bahwa pemerintah hanya berhak monitoring percakapan di online dalam keadaan khusus, investigasi yang terkait dengan pembunuhan, perdagangan manusia, narkoba, dan pemberontakan yang mengancam stabilitas keamanan negara.

Pihaknya menekankan bahwa pemerintah terus berupaya dalam memastikan kebebasan berekspresi dan hak privasi dasar lainnya. Pihak berwenang juga bersikeras mereka tidak punya niat atau kemampuan untuk melakukan pengawasan besar-besaran dari aktivitas pecakapan masyarakat Korea Selatan melalui aplikasi pesan KakaoTalk. Namun apa daya, pengguna KakaoTalk sudah “kadung” hilang kepercayaan dan merasa khawatir perihal pengawasan tersebut.

Baca juga:
Layanan KakaoTalk Diklaim Aman dari Penyadapan!
Indonesia Jadi Pasar Terbesar KakaoTalk Setelah Korea

Bisa ditebak, kini banyak sekali pengguna KakaoTalk yang berpindah ke aplikasi instant messanger lain. Sebuah aplikasi saingan Jerman, Telegram, yang tidak memiliki server di Korea Selatan, kini memiliki lebih dari 2 juta pengguna Korea dalam 2 minggu hingga 11 Oktober 2014. Melihat membludaknya jumlah pengguna dari Korea Selatan, Telegram dalam waktu dekat akan merilis versi berbahasa Korea.

Menurut Sohn Dong-young (Profesor Media di Universitas Hanyang) “Berpindahnya pengguna KakaoTalk adalah bukti pembelotan yang mencerminkan permusuhan terhadap pemerintah.”

Daum Communications Corp, operator KakaoTalk, mengatakan pada Senin(20/10) bahwa mereka telah berhenti mematuhi keinginan Pemerintah Korea Selatan untuk pemantauan percakapan pengguna sejak 7 Oktober 2014 untuk melindungi pengguna privasi KakaoTalk

Sekian Liputan Gadget terbaru dari kami mengenai KakaoTalk Redam Kekhawatiran Penyadapan Korsel. Harapan kami semoga artikel seputar Gadget yang berjudul KakaoTalk Redam Kekhawatiran Penyadapan Korsel ini bisa bermanfaat untuk anda. Jangan lupa terus kunjungi Liputan Gadget untuk mendapatkan Liputan seputar Gadget setiap harinya.

Chen: Permintaan BlackBerry Passport Melebihi Harapan

Chen: Permintaan BlackBerry Passport Melebihi Harapan

Chen: Permintaan BlackBerry Passport Melebihi Harapan – Kali ini Liputan Gadget akan mengulas artikel Gadget terbaru berjudul Chen: Permintaan BlackBerry Passport Melebihi Harapan yang dikutip dari Tabloid Pulsa.com. Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai artikel Chen: Permintaan BlackBerry Passport Melebihi Harapan, anda bisa menyimak artikel kami tentang Chen: Permintaan BlackBerry Passport Melebihi Harapan dibawah ini.

CEO BlackBerry John Chen senang karena kekurangan stok BlackBerry Passport. Chen mengatakan bahwa ini akibat permintaan yang kuat . Dia lebih suka memantau perkembangan masalah persediaan, daripada membuat terlalu banyak unit. Petinggi itu mengatakan bahwa Blackberry memfokuskan pada 30% pasar smartphone di mana pemilik melihat perangkat sebagai alat bukan sebuah “Portal hiburan.”

BlackBerry menjual 52,3 juta unit pada 2010. Tahun lalu, penjualannya turun menjadi 13,7 juta, dan ini meninggalkan banyak pertanyaan apakah BlackBerry bisa bertahan. Tapi CEO Chen mengarahkan perusahaan di jalan yang benar.

Dengan bentuk layar persegi 4,5-inci 1440 x 1440piksel, Passport sempurna untuk melihat spreadsheet, dokumen dan email. Dan dengan BlackBerry Blend, pebisnis dapat mengandalkan Passport ke lapangan saat menggunakan BlackBerry Blend untuk mengakses informasi di kantor menggunakan PC atau tablet (sayangnya, bukan BlackBerry PlayBook

Sekian Liputan Gadget terbaru dari kami mengenai Chen: Permintaan BlackBerry Passport Melebihi Harapan. Harapan kami semoga artikel seputar Gadget yang berjudul Chen: Permintaan BlackBerry Passport Melebihi Harapan ini bisa bermanfaat untuk anda. Jangan lupa terus kunjungi Liputan Gadget untuk mendapatkan Liputan seputar Gadget setiap harinya.

Asyik! WeChat 5.4 for Android Sudah Terintegrasi dengan LinkedIn

Asyik! WeChat 5.4 for Android Sudah Terintegrasi dengan LinkedIn

Asyik! WeChat 5.4 for Android Sudah Terintegrasi dengan LinkedIn – Kali ini Liputan Gadget akan mengulas artikel Gadget terbaru berjudul Asyik! WeChat 5.4 for Android Sudah Terintegrasi dengan LinkedIn yang dikutip dari Tabloid Pulsa.com. Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai artikel Asyik! WeChat 5.4 for Android Sudah Terintegrasi dengan LinkedIn, anda bisa menyimak artikel kami tentang Asyik! WeChat 5.4 for Android Sudah Terintegrasi dengan LinkedIn dibawah ini.

Apakah Anda aktif di jejaring sosial professional LinkedIn yang juga sekaligus pengguna WeChat. Nah, baru-baru telah diumumkan kehadiran WeChat 5.4 for Android yang telah terintegrasi dengan jaringan sosial para professional, LinkedIn. Integrasi ini akan menambah pengalaman pengguna untuk mengakses dan membangun koneksi yang lebih dalam dengan para profesional melalui WeChat.

Dengan update WeChat 5.4, pengguna Android akan lebih mudah mengatur profil dan hubungan profesional mereka baik di dalam WeChat maupun LinkedIn dengan beberapa fungsi baru. Pengguna bisa menghubungkan akun LinkedIn dengan akun WeChat sehingga pengguna bisa melihat kontak LinkedIn mana yang memiliki WeChat dan menambahkannya ke daftar teman. Selain itu, pengguna juga bisa melihat kontak LinkedIn di dalam WeChat dengan fitur baru bernama Namecard.

Untuk menambahkan akun WeChat anda ke dalam profil profesional di LinkedIn, pengguna harus membuka LinkedIn melalui PC, log in akun LinkedIn, kemudian klik tab “Profile”, lalu pilih menu “Edit” di samping foto profil LinkedIn, pilih “Edit Contact Info”, kemudian klik logo WeChat. Setelah logo WeChat di klik, layar PC anda akan menampilkan barcode yang harus di-scan melalui aplikasi WeChat di smartphone pengguna dengan tap ikon “+” dan pilih “Add Contacts”. Jika berhasil, akun WeChat pengguna secara otomatis akan tampil di dalam “Contact Info” profil LinkedIn miliknya.

Untuk mulai menggunakan fitur terbaru ini, segera download WeChat 5.4 khusus untuk pengguna Android. Berkomunikasi dan menambah relasi dengan para profesional yang ada di LinkedIn menjadi lebih mudah, bukan?

Sekian Liputan Gadget terbaru dari kami mengenai Asyik! WeChat 5.4 for Android Sudah Terintegrasi dengan LinkedIn. Harapan kami semoga artikel seputar Gadget yang berjudul Asyik! WeChat 5.4 for Android Sudah Terintegrasi dengan LinkedIn ini bisa bermanfaat untuk anda. Jangan lupa terus kunjungi Liputan Gadget untuk mendapatkan Liputan seputar Gadget setiap harinya.

Akhir Oktober 2014, Google Hentikan Layanan YouTube Disco

Akhir Oktober 2014, Google Hentikan Layanan YouTube Disco

Akhir Oktober 2014, Google Hentikan Layanan YouTube Disco – Kali ini Liputan Gadget akan mengulas artikel Gadget terbaru berjudul Akhir Oktober 2014, Google Hentikan Layanan YouTube Disco yang dikutip dari Tabloid Pulsa.com. Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai artikel Akhir Oktober 2014, Google Hentikan Layanan YouTube Disco, anda bisa menyimak artikel kami tentang Akhir Oktober 2014, Google Hentikan Layanan YouTube Disco dibawah ini.

Salah satu layanan musik Google, YouTube Disco, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010, akan dimatikan pada akhir bulan ini.

Dilansir dari gadgets.ndtv, Pengumuman mengejutkan ini disampaikan oleh Google di website perusahaan, yang tertulis, “Fitur ini telah usang dan akan dihapus pada akhir Oktober 2014. Kami sarankan Anda untuk menggunakan pencarian YouTube untuk menemukan musik dari artis favorit Anda dan memulai pengalaman yang menyenangkan di YouTube Mix.”

Baca juga:
Ini Video Cara Impor Video Google+ ke Akun YouTube
Ini Dia Alasan Google Blokir Youtube di Windows Phone

Layanan YouTube Disco sebenarnya ditujukan untuk membantu pengguna untuk menampilkan berbagai track audio dari artis yang dicari pada halaman search bar. Pengguna juga bisa mencari lagu, dan melihat lagu-lagu lain oleh artis yang sama. Layanan YouTube Disco kemudian juga akan menunjukkan pengguna track audio terkait atau memilih campuran musik terkait atau artis terkait. Anda juga bisa memanfaatkan fitur ‘top hits’ di dalamnya

Sekian Liputan Gadget terbaru dari kami mengenai Akhir Oktober 2014, Google Hentikan Layanan YouTube Disco. Harapan kami semoga artikel seputar Gadget yang berjudul Akhir Oktober 2014, Google Hentikan Layanan YouTube Disco ini bisa bermanfaat untuk anda. Jangan lupa terus kunjungi Liputan Gadget untuk mendapatkan Liputan seputar Gadget setiap harinya.